RSS
 

Membangun Layanan Digital Perpustakaan yang Komprehensip dan Integrated dengan Open Source Software

19 Jul

Oleh : Sugeng Priyanto, SS

Abstrak

Layanan perpustakaan perguruan tinggi yang berbasis pada internet yang berisi dengan konten-konten digital telah menjadi suatu keharusan bagi suatu perpustakaan karena pesatnya perkembangan dan penetrasi internet di dunia pendidikan dan perubahan pada pemakai. Visi misi Universitas Diponegoro yaitu pada tahun 2020, Undip merupakan Universitas Riset yang Unggul.

Permasalahan dana, staff, dan kemampuan ketrampilan information technology (IT) dari pengelola perpustakaan seharusnya dapat diatasi. Telah tersedianya infrastruktur dan koneksi internet, referensi online yang sangat lengkap dan berkembangnya software open source merupakan solusi atas permasalahan diatas.

Layanan digital Perpustakaan Undip yang berbasis internet dimulai dengan membangun website perpustakaan, situs freeware undip, dan institutional repository. Terwujudnya suatu layanan perpustakaan yang integrated antara UPT Perpustakaan dan Perpustakaan Fakultas serta suatu garba rujukan digital undip yang komprehensif merupakan suatu kelanjutan. Semua hal dan kegiatan tersebut diatas diwujudkan dengan open source software oleh pustakawan sendiri.

Latar Belakang

Perkembangan Information Technology sangat-sangat pesat, mempengaruhi semua bidang kehidupan. Perkembangan ini mewujudkan suatu dunia global yang tanpa batas ruang dan waktu. Apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat diketahui pada saat itu juga oleh kita. Kolaborasi dan kerja sama dapat dilakukan oleh setiap orang, bahkan oleh orang yang belum mengenal secara fisik. Tumbuhnya era IT yang dipercepat melalui internet di Indonesia dipelopori oleh dunia pendidikan tinggi. Universitas dan perpustakaan telah berubah untuk memberikan layanan-layanan yang berbasis IT dan internet.

Pengguna perpustakaan juga telah banyak berubah ditandai dengan munculnya generasi digital (digital natives) di Indonesia mulai tahun 1990an. Banyak pengguna yang sekarang menjadi mahasiswa telah terbiasa dengan perangkat (gadget) IT. Harga computer terutama laptop juga semakin terjangkau sehingga mengakibatkan mereka semakin mudah untuk mengakses internet untuk memenuhi kebutuhan informasinya.

Pada tahun 2003 Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan suatu acuan utama dalam kebijakan dasar pengembangan pendidikan tinggi ke depan yang tertuang dalam Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi. Dari kebijakan tersebut terlahir suatu jaringan Inherent (Indonesia Higher Education Network) dimana Universitas Diponegoro menjadi salah satu simpulnya. Proyek Inherent ini menyediakan suatu infrastruktur internet bagi universitas-universitas di Indonesia.

Universitas Diponegoro berusaha mewujudkan Visi 2020 dimana pada tahun 2020, Undip merupakan Universitas Riset yang Unggul. Oleh karena itu UNDIP senantiasa berusaha menjadi universitas nasional yang dikenali dan terakreditasi secara internasional sebagai universitas riset. Program ini sesuai dengan tantangan era globalisasi saat ini. Era globalisasi memerlukan institusi pendidikan tinggi yang berkualitas tinggi untuk dapat menunjang pencapaian dalam kompetisi global yang sangat cepat perkembangannya

Banyak universitas di Indonesia mendambakan ingin menjadi salah satu World Class University (WCU), sebagai bukti bermutu dan memiliki reputasi. Peringkat di Webometrics juga menjadi suatu trend bagi universitas di Indonesia untuk berlomba memperbaiki peringkatnya. Perwujudan WCU dan peringkat webometrics tidak akan dapat terwujud dalam waktu yang singkat.

Hal-hal tersebut diatas menjadi pemicu bagi perpustakaan untuk tumbuh berkembang dan memberikan layanan-layanan digital yang berbasis information technology dan internet bagi penggunanya

Permasalahan

Hal klasik yang menjadi permasalahan dalam pengelolaan perpustakaan sejak dahulu adalah keterbatasan dana, staff yang kurang  berkualitas dan rendahnya kemampuan pustakawan terutama di bidang information technology.

  • Dana

Anggaran yang kecil dari universitas menjadi masalah yang cukup menghalangi perkembangan perpustakaan yang berbasis IT. Sementara biaya pengadaan peralatan, infrastruktur dan software tidak dapat terjangkau oleh semua perpustakaan. Proyek Inherent telah menyediakan koneksi internet yang sangat cepat. Hal ini dapat mengurangi anggaran perpustakaan dalam hal penyediaan koneksi internet, mengingat mahalnya harga untuk berlangganan internet.

  • Staff

Kurikulum dunia pendidikan perpustakaan di Indonesia pada masa awal pertumbuhan kurang fleksibel dalam mengantisipasi perkembangan IT yang sangat cepat. Perubahan kurikulum di Indonesia harus melalui suatu tahapan-tahapan panjang sehingga literature yang digunakan selalu tertinggal. Hal ini menghasilkan pustakawan yang kurang berkualitas yang kini menjadi pengelola perpustakaan pada saat ini .

  • Kemampuan dan ketrampilan di bidang IT

Pustakawan yang kurang berkualitas biasanya disertai pula kurangnya kemampuan dan ketrampilan di bidang IT. Meskipun banyak universitas yang berkonsentrasi di bidang IT tumbuh pesat di Indonesia akan tetapi banyak alumninya yang tidak tertarik bekerja di perpustakaan. Karena banyak perpustakaan tidak mampu memberikan penghasilan yang tinggi bagi mereka.

Opportunity

  • Fasilitas Komputer dan Internet

Perpustakaan Undip cukup baik dalam hal penyediaaan fasilitas dan infrastruktur computer dan internet bagi pustakawan dan penggunanya. Tersedia cukup banyak computer dan koneksi internet 24 jam melalui hotspot area . Visi universitas yang berbasis riset dan keinginan menuju world class university menjadi kemudahan dalam hal penyediaan fasilitas dan koneksi internet.

  • Referensi Online

Selain referensi dari buku-buku teks yang rutin diadakan, kemudahan koneksi internet menyebabkan pustakawan dan pengguna mudah dalam mencari referensi online di internet.

  • Open Source Software

Perkembangan dunia open source yang sangat cepat memberikan kemudahan dalam hal penyediaan software bagi perpustakaan untuk memberikan layanan digital bagi penggunanya.

Penutup

Selama ini perpustakaan mengandalkan software yang sudah jadi yang dibeli dari pihak luar dan biasanya akan menimbulkan banyak masalah dalam pemeliharaan. Cara lain yang biasa digunakan adalah bekerja sama dengan pihak luar perpustakaan dalam pembuatan software. Pustakawan hanya memberikan konsep yang akan dikerjakan oleh ahli IT.

Dunia IT yang berkembang sangat cepat, penyediaan infrastruktur yang memadai dan open source software telah tersedia sehingga layanan digital perpustakaan yang berbasis IT sudah menjadi keharusan yang ditangani oleh pustakawan sendiri.

Referensi

Jalal, Fasli. 2009. Jalan Menuju WCU yang Realistis. http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=819:jalan-menuju-wcu-yang-realistis&catid=54:berita-dirjen&Itemid=185

Visi dan Misi Universitas Diponegoro. http://undip.ac.id/about/

 
No Comments

Posted in TIK

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

 
Skip to toolbar