Oleh Sugeng Priyanto, SS
Perpustakaan merupakan “jantungnya” universitas/perguruan tinggi. Sebuah Perpustakaan yang sehat tentu harus dapat menyalurkan informasi dan ilmu pengetahuan ke seluruh sivitas akademika agar dapat bermanfaat bagi pertumbuhan dan aktifitas pendidikan di perguruan tinggi dalam rangka melaksanakan program Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Untuk itu Perpustakaan perlu mengadakan, menghimpun, mengolah, menyimpan dan melayankan koleksinya yang dibutuhkan oleh penggunanya.
Mengingat arti penting perpustakaan bagi penggunanya maka dalam membuat perencanaan dan desain sebuah perpustakaan perlu dilakukan dengan cara yang benar dan tepat dengan memperhatikan segala aspek-aspek dan kebutuhan. Dengan demikian perencanaan dan desain perpustakaan harus dilakukan oleh lembaga yang memahami perpustakaan baik dari aspek kebutuhan pemakai maupun pengelola perpustakaan (pustakawan) itu sendiri agar perpustakaan dapat berjalan dengan optimal dalam melayani kebutuhan pemakai.
Kriteria-kriteria dari sebuah gedung perpustakaan yang baik dari sudut desain berhubungan dengan kondisi internal dan eksternal perpustakaan. Kondisi internal berkaitan dengan bagaimana menjadikan ruangan di perpustakaan lebih efektif dan kondisi eksternal berkaitan dengan kondisi gedung perpustakaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor luar/alam misalnya bencana alam, banjir, gempa, cahaya matahari, dan gedung di sekitarnya.
Faulkner Brown, seorang arsitek dari Inggris, memberikan 10 aspek sebagai syarat untuk membangun gedung perpustakaan yang baik. Sebuah perpustakaan harus : 1) flexible (fleksibel), 2) compact (padat dan rapi), 3) accessible (mudah dijangkau), 4) extendible (dapat dikembangkan), 5) varied (beragam), 6) organized (terorganisir), 7) comfortable (nyaman),
constant in environment (lingkungannya stabil), 9) secure (keamanan), dan 10) economy (ekonomis)
Read the rest of this entry »